Minggu, 28 September 2014

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Nama   : Eka Wahyu Apriliani
NIM    : 120413423916
Off      : K

Pengertian Break Even Point dan Contohnya
Break Even Point (BEP) adalah suatu titik atau keadaan dimana perusahaan di dalam operasinya tidak mengalami keuntungan dan kerugian. Pada keadaan itu keuntunggan dan kerugian perusahaan sama dengan nol. Hal tersebut dapat terjadi jika perusahaan dalam operasinya menggunakan biaya tetap dan volume penjualan hanya cukup untuk menutup biaya tetap dan biaya variabel. Apabila penjualan  hanhya cukup untuk menutup biaya variabel dan sebagian biaya tetap, mka perusahaan mengalami kerugian. Dan sebaliknya akan memperoleh keuntungan, jika penjualan melebihi biaya variabel dan biaya tetap yang harus di keluarkan.
Elemen-elemen dari rumus BEP:
-          Fix cost yaitu biaya yang dikeluarkan secara tetap walaupun produksi perusahaan meningkat, menurun ataupun tidak prosuksi sama sekali.
-          Varibel cost yaitu biaya yang timbul setiap satu unit yang diproduksi atau dijual. Apabila kita memproduksi atau menjula satu unit produk maka kita akan dikenai biaya bahan baku untuk satu unit tersebut. Biaya ini berubah-ubah sesuai unit yang diproduksi atau sebanding dengan volume prosuksi atau penjualan.
-          Harga penjualan maksudnya dalam analisa ini hanya digunakan untuk satu macam  harga atau barang-barang yang dijual atau diproduksi.

Rumus yang digunakan dalam penentuan BEP yakni:
-          Rumus BEP
a.       Berdasarkan unit

            BEP =

b.      Berdasarkan nilai penjualan.
            BEP =

            Keterangan:
            FC       = Total Fix Cost
            P          = Price (harga)
            VC      = Variable Cost

Contoh Perhitungan BEP:
Sebuah perusahaan melakukan produksi dan memiliki fix cost sebesar Rp. 200.000,00. Variabel cost per unit Rp. 5.000,00. Dan harga jual per unit Rp. 10.000,00. Dengan penjualan maksimal
Perhitungannya:
·         Berdasarkan unit
            BEP = Rp 200.000 / (Rp 10.000 - Rp5.000
            BEP = 40 unit
Artinya, perusahaan harus memproduksi suatu barang sebanyak 40 unit untuk mencapai break even. Jika perusahaan memproduksi kurang dari 40 unit maka perusahaan akan mengalami kerugian dan jika perusahaan mencapai angka 41 dalam produksinya maka perusahaan mulai memperoleh keuntungan.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar