Krisis lingkungan hidup
Masalah lingkungan hidupbaru mulai disadari sepenuhnya dalam
tahun 1960-an. Khususnya oleh cara berproduksi dalam industri yang berlandaskan
ilmu dan teknologi maju. Tentu saja, sejak permulaan industri di Inggris akhir
abad ke-18, sudah terdengar banyak keluhan tentang pengaruh negatif dari
industri atas lingkungan hidup. Sekarang polusi yang disebabkan oleh bisnis
modern mencapai suatu tahap global dan tak terbataspada beberapa daerah
industri saja, bahkan sektor pertanian dan peternakan yang dijalankan dengan
bisnis besar-besaran juga mempunyai andil besar dalam pencemaran lingkungan
hidup. Dan kini sekarang kita berada dalam suatu krisis. Mengapa hal itu
terjadi? Karena sebagai akibat pencemaran dan perusakan lingkungan, kelanjutan
hidup sendiri terancam dibumi kita, termasuk hidup manusia.
Dalam konteks lingkangan, dapat diterapkan pendapat Karl
Mark yang sebetulnya dikemukakan dalam konteks lain, bahwa perubahan kuantitas
bisa mengakibatkan perubahan kualitas. Misalnya, jika satu pohon ditebang maka
tidak ada pengaruhnya dan suatu daerah tidak akan berubah, namun jika ratusan
hektar pohon ditebang, satu daerah itu bisa mengalami erosi dan keadaan gersang
yang tidak mudah dipulihkan kembali. Inti dari masalah lingkuangan hidup adalah
bahwa bisnis modern yang memanfaatkan ilm dan teknologi canggih telah
membebankan alam di atas ambang toleransi. Selama alam dimanfaatkan sesuai
batas maka keutuhan dan keseimbangannya masih bisa bertahan. Tetapi kini alam
sudah di eksploitasi dengan melewati batas. Jika keadaan ini dilanjutkan terus,
alam dengan segala ekosistemnya akan hancur sama sekali.
Cara berproduksi besar-besaran dalam industri modern dulu
mengandaikan begitu saja dua hal yang sekarang diakui sebagai kekeliruan besar.
Pertama, bisnis modern mengandaikan bahwa komponen-komponen lingkungan seperti
air dan udara merupakan barang umum, sehingga boleh dipakai seenaknya.
Misalnya, industri yang memiliki tanah tidak boleh disitu membuang limbah kimia
beracun, karena pengaruh negatifnya bisa merugikan orang lain. Misalnya, air
tanah dibawahnya dapat dicemari atau tanah yang diracuni itu dengan cara lain
dapat mempengaruhi lingkungan. Kedua, diandaikan pula bahwa sumber daya alam
seperti air dan udara itu tak terbatas. Tentu saja, secara teoritis tidak
pernah disangkal bahwa bahan-bahan alami itu akhirnya mempunyai batas juga,
namun batas itu dianggap sangat jauh dan dalam praktek orang bertindak
seakan-akan tidak ada batas sama sekali. Pada zaman kita sekarang, masalah
lingkungan hidup sudah mencapai suatu taraf global. Terutama ada enam problem
yang dengan jelas menunjukan dimensi global itu: akumulasi bahan beracun, efek
runah kaca, perusakan lapisan ozon, hujan asam, deforestasi dan penggurunan,
dan kematian bentuk-bentuk kehidupan. Sebaiknya kita memandang enam problem ini
dengan lebih rinci.
Akumulasi bahan beracun
Industri kimia tidak dieprbolehkan lagi membuang limbahnya
ke dalam sangai laut. Pembuangan sebelumnya sedah mengakibatkan banyak faktor
negatif, antara lain ikan tidak layak lagi dikonsumsi karena kadar merkuri di
dalamnya atau bahan beracun lainnya menjadi terlalu tinggi. Air tanah dicemari
dan tidak layak lagi diminum manusia dan ternak, karena bahna kimia yang
dibuang di situ merembes kedalamnya. Misalnya, beberapa herbisida seperti
silvex, yang dulu banyak dipakai, diketahui mengandung dioksin, yang merupakan
racun kuat dan dapat mengakibatkan kanker.
Resiko besar sekali untuk lingkungan dibawakan oleh
penggunakan tenaga nuklir. Seperti setiap unit teknis lainnya, reaktor-reaktor
nuklirpun bisa mengalami kecelakaan. Tetapi tidak sebanding sengan kondisi
teknis lain, disini akibatnya untuk lingkungan dan kesehatan manusia dangat
dahsyat, sebagai mana terbukti dengan kecelakaan di Three Mile Island,
Pennsylvania, Amerika Serikat 1979, di Chernobyl, Ukraina, pada 1989 atau di
Tokaimaru, Jepang pada 1999. Selain resiko terjadi kecelakaan , setiap reaktor
nuklir memproduksi limbah nuklir seperti plutonium yang mengandung
radioaktivitas selama ribuan tahun dan sangat membahayakan kesehatan manusia.
Efek rumah kaca
Menurut para ahli, suatu gejala yang sangat mengkhawatirkan
adalah naiknya suhu permukaan bumi. Hal itu disebabkan oleh greenhouse effect
atau efek rumah kaca. Panas yang diterima bumi karena penyinaran matahari,
terhalang oleh partikel-pertikel gas yang dilemparkan dalam atmosfer oelh ulah
manusia, sehingga tidak bisa keluar. Salah satu sebab utama dari efek rumah
kaca yakni karbondioksida yang terlepas dari pembakaran bahan bakar fosil. Jadi
kendaraan dan industri yang menggunakan bahan bakar fosil memainkan peranan
besar dalam mengakibatkan keadaaan ini. Sebagai akibat pemanasan bumi es dan
salju dikutub utara dan selatan mencair dan permukaan laut akan mencair dan
dapat menghilangkan negara-negara yang bertemoat rendah. Kenaikan suhu permukaan
bumi bisa menyebabkan juga perubahan iklim sedunia dengan akibat kekeringan,
banjir, angin topan dan bencana alam lainnya.
Perusakan lapisan ozon
Bumi dikelilingi lapisan ozon (O3) dalam atmosfer
yang mempunyai fungsi sangat penting, yaiu melindungi kehidupan terhadap sinar
ultraviolet dan matahari. Perusakan lapisan ozon itu diakibatkan oelh sebab
yang berbeda. Tetapi menurut beberapa ahli, penyebab paling berpengaruh adalah
pelepasan bahan CFC (klorofluorokarbon) ke dalam udara. CFC adalah bahan kimia
yang banyak dipakai dalam kaleng penyemprotan aerosol, lemari es dan alat AC
(penyejuk) dan juga dalam “karet” busa. Radiasi ultraviolet dari matahari yang
karena kerusakan lapisan ozon bisa mencapai permukaan bumi. Radiasi itu bisa
mengakibatkan kanker kulit, penyakitmata katarak, penurunan sistem kekebalan
tubuh, kerusakan bentuk-bentuk hidup dalam laut dan tanaman didarat.
Hujan asam
Sejak beberapa dekade terakhir ini di kawasan industri padat
seperti Kanada dan bagian utara dari Amerika Serikat, Jerman Barat, dan Negeri
Belanda terjadi hujan asam (acid rain). Asam adalah emisi industri bargabung
dengan air hujan dan mencemari daerah yang luas. Hujan asam merusak hutan dan
pohon-pohon lain, mencemari air danau, merusak gedung-gedung, dan sebagainya. Bagi
manusia, hujan asam bisa mengakibatkan gangguan saluran pernafasan dan
paru-paru.
Deforestasi dan penggurunan
Akhir-akhir ini hutan dibabat untuk kepentingan bisnis
pihak-pihak yang ingin memperoleh keuntungan. Misalnya menebang hutan untuk
diambil kayu-kayunya atau pembukaan hutan yang digunakan untuk membuka lahan
pertanian. Jika penebangan hutang atau yang biasa di sebut deforestasi dilakukan
secara besar-besaran itu mempunyai dampak penting atas lingkungan hidup. Salah
satu fungsi hutan adalah sebagai penyerap karbondioksida yang disebabkan oleh
pembakaran bahan bakar fosil (industri kendaraan bermotor), suatu penyebab
penting terjadinyaefek rumah kaca. Kalau tidak secara sistematis hutan yang
ditebang itu diganti dengan pohon-pohon baru, bisa timbul erosi pada skala
besar. Erosi tanah dapat mengakibatkan juga meluasnya penggurunan
(desertification), khususnya di negara-negara di sekitar gurun sahara di Afrika
dan juga di Amerika Serikat. Di banyak kota besar, di seluruh dunia, termasuk
juga di Indonesia, tingkatan air tanah menurun karena dipompa oleh industri,
hotel-hotel, dan rumah tangga. Dengan demikian kualitas tanah menurun juga dan
air laut semakin menyusup ke dalam.
Keanekaan hayati
Yang dimaksud “keanekaan hayati” (biodiversity) adalah
jenis-jenis kehidupan (species) yang ada dibumi. Kekayaan alam sebagian besar
ditentukan oleh banyak spesies. Keanekaan hayati sangat penting bagi kehidupan
manusia, dan jika tidak dimanfaatkan sekarang mungkin akan berguna dimasa yang
akan datang. Tetapi banyak spesies keanekaan hayati punah sekarang. Dan salah
satu akibat besar dari kerusakan lingkungan adalah kepunahan itu sendiri yang
melanda semakin banyaknya spesies hidup. Dan hal ini penggunaan pestisidan dan
hibrida yang memainkan peranan besar.
referensi:
bertens,kees.2000. pengantar etika bisnis. jakarta : penerbit kanisius
Tidak ada komentar:
Posting Komentar