Rabu, 19 November 2014

ponzi ekonomi dan krisis keuangan

EKA WAHYU APRILIANI
120413423916
OFFERING K
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PONZI DAN KRISIS KEUANGAN
“Instability is a normal result of modern finansial capitalism” (Hyman P. Minsky,1986). Kalimat ini manyatakan bahwa tidak ada habis-habisnya dunia dihantui krisis yang ada. Krisis di dunia tidak pernah sepi, sebelumnya krisis surat utang yang berkualitas rendah (subprime mortgage) yang meracuni perbankan dan pasar keuangan Amerika reda, datang ancaman dari surat utang pemerintah (goverment bond) dari kawasan Eropa. Surat utang ini diprakarsai dari runtuhnya neraca keuangan pemerintah yunani yang diakibatkan terlalu besar defisit anggarannya.
Dari ini krisis Yunani merembet ke negara-negara Eropa. Jika Amerika memulai krisis dengan jebolnya neraca-neraca perbankan maka di Eropa krisis terjadi karena neraca pemerintah yang mengalami defisit anggaran dan menjadikan mereka kolaps. Kedua topik ini sangat berkaitan dalam runtuhnya perekonomian global yang sangat mempengaruhi antara yang satu dengan yang lainnya.
Secara sederhana dapat dijelaskan diantara neraca rumah tangga, neraca perusahaan, dan neraca pemerintah sangat berhubungan satu sama lain. Dan jika guncangan yang terjadi dalam neraca rumah tangga maka akan sangat dimungkinkan akan terjadi guncangan juga dalam neraca sektor lain. Dimisalkan pada krisis yang terjadi di Indonesia pada tahun 1997-1998 yang terjadi karena buruknya neraca perusahaan yang dikarenakan banyaknya kredit macet yang terjadi dan menyerang sektor perbankan. Hal itu menyebabkan perbankan menjadi kolaps, dan neraca pemerintah juga ikud tergoncang karena harus turut menyelamatkan perbankan dan hal itu juga terkait dengan kesulitan likuiditas dan akhirnya pemerintah mencabut subsidi yang ada, dan hal itu akan mengguncang neraca rumah tangga juga.
Di Amerika Serikat terjadi kasus krisis surat utang perbankan yang mengakibatkan memburuknya neraca perbankan yang juga mendorong memburuknya neraca pemerintah. Dalam kasus lainnya adalah kasus yunani yang harus mengalami persoalan dalam seraca pemerintah akibat tidak hati-hati dengan pengelolaan kebijakan anggarannnya, sehingga neraca perbankan juga mengalami persoalan dan lagi-lagi anggaran mengenai subsidi juga di rampingkan serta pengeluaran pemerintah terhadap kesejahtaraan warganya juga ikut dipangkas. Dan itulah yang membuat warganya menjadi protes secara besar-besaran. Krisis-krisis tersebut mengingatkan bahwa stabilitas merupakan barang publik.
Kurangnya informasi yang jelas itu akan membuat perilaku investor yang tidak rasional dan hanya mengandalkan intuisi saja akibatnya orang serring kali membuat spekulasi-spekulasi yang bahkan tidak benar adakalanya jika informasi itu membuatnya ketakutan dengan adanya penurunan nilai dan kesenangan akan menaiknya nilai. Dan hal itu juga akan menjadikan gejala sistemik yang akan mengakibatkan investor akan dengan mudah menyalurkan dan menarik dananya secara tiba-tiba, dan hak ini akan berpengaruh terhadap pengurangan likuiditas. Kurangnya kepercayaan atau likuiditas merupakan suatu masalah yang sering menyebabkan krisis ekonomi dunia. Dan tipe semacam ini yang kemudian disebut ekonomi ponzi atau buble economic. Kata ponzi berasal dari nama seorang mafioso Italia yang menetap di AS, yaitu Charles Ponzi yang menjalankan usaha dengan cara yang tidak baik yaitu melalui penipuan untuk mendapatkan keuntungan. “ponzi ekonomi” teori yang dipopulerkan Heyman Minsky merupakan penjelasan tipikal perilaku agen ekonomi, dimana cara pengelolaannya sangat tidak prudent. Akibatnya, untuk membayar cicilannya tidak mampu karena menjalankan bisnis dengan cara patgulipat sama sekali tidak rill.Dalam system ekonomi kapitalis selalu terdapat sumber guncangan yang berasal dari dalam system itu. sendiri yang salah satunya adalah penumpukan utang. Misalnya di AS yang menggunakan subprime mortgage yakni dalam sistem perbankan bayangan yang didahului oleh gejolak surat utang yang bergejolak di pasar surat utang berbasis perumahan yang berkualitas rendah. Meletusnya subprime mortgage memberikan efek berantai. Dan satu persatu gemebung tersebut akan meletus secara berentetan dan akibatnya proses penyesuaian nilai perusahaan terkait melonjaknya utang (deleveraging) terjadi secara parah.
Heyman K Minsky juga mengklasifikasikan sifat pengutang yakni :
-          Hedge yang merupakan  pengutang yang berhati-hati yang prinsipnya adalah mampu melakukan pelunasan kewajiban dengan baik (baik cicilan maupun utang pokoknya) dengan menggunakan aliran kas darihasil kegiatan investasinya.
-          Speculative pengutang yang spekulatif artinya pengutang yang mampu membayar cicilan utangnya dari hasil aliran kasnya, tetapi untuk melunasi hutang pokoknya dengan menjual sebagain assetnya. Sehingga tipe pengutang ini tetap bisa melunasi hutangnya dengan cara meminjam lagi sehingga dapat melunasi hutangnya.
-          Ponzi, pengutang yang tak lagi bisa membayar hutangnya karena tipe ini tidak mampu melunasi cicilan dan bunganya dengan menggunakan aliran kas dari kegiatan investasinya sehingga untuk membayar kewajibannya ponzi mengharapkan apresiasi terhadap nilai asetnya agar dapat tetap melakukan pembayaran utangnya dan sebaliknya jika asetnya mengalami depresiasi maka ponzi tidak dapat membayar hutangnya kembali.
Dari hal tersebut secara umum sistem pemikiran perekonomian dunia telah bergerak kepada arah spekulasi dan ponzi. Dimana hal ini merujuk pada sebuah sistem inovasi financial terjadi secara eksesif serta likuiditas yang banyak dalam sistem perbankan bayangan. Deflasi utang dan devaluasi nilai aset tanpa bisa lagi melunasi kewajibannya bahkan untuk membayar cicilan dan bunga dari utang tersebut.
ponzi merupakan sebuah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan-keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oelh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi. Skema ini biasanya membujuk investor baru dengan menawarkan keuntungan-keuntungan yang ditawarkan apabila mereka berinvestasi di dalam investasi yang dijalankan oleh ponzi tersebut dari pada investasi-investasi lain yang sejenis. Keuntungan-keuntungan dalam jangka waktu yang pendek tersebut mencapai tingkat pengembalian abnormal yang tinggi atau luar biasa konsisten dan hal tersebut membuutuhkan aliran yang terus meningkat dari uang yang didapat dari investor baru untuk menjaga skema agar terus berjalan.
Elemen-elemen kunci dalam skema ponzi:
-          Manfaat
Tawaran janji jika modal akan kembali dalam jumlah besar di atas normal. Dengan tingkat pengembalian yang sudah ditetapkan dan cukup tinggi serta memberikan manfaat kepada investor namun angkanya serealistis mungkin agar mudah dipercaya.
-          Setup
Dengan adanya penjelasan-penjelasan tentang bagaimana cara agar investor bisa mendapatkan tingkat kembalian investasi yang lebih tinggi atau diatas normal. Dengan cara investor pada awalnya mengaku jika memiliki cara tertentu atau memiliki akses informasi agar bisa menjalankan modal atau investor awal menyebutkan bahwa mereka mempunyai akses atau cara berinvestasi yang sangat menguntungkan dan tidak ditawarkan pada publik.
-          Kredibilitas awal
Skema investasi ini membutuhkan orang-orang yang kredibel dan dapat dipercaya agar mampu meyakinkan dan menarik para investor baru yang akan menginvestasikan uangnya.
-          ROI berjangka bagi investor
Dalam hal pengembalian investasi, investor dijanjikan mendapatkan pengembalian modal dalam jangka waktu tertentu.
-          Info dan berita tentang keberhasilan
Elemen yang satu ini menerangkan bahwa adanya investasi ini harus mendengar paling tidak bagaimana keberhasilan pembayaran investasi, bonus dan keuntungan yang didapatkan investor dan pesatnya perkembangan bisnis ini serta potensi-potensinya. Agar akhirnya uang yang masuk lebih besar daripada uang yang dikeluarkan oleh investor.
Referensi:
Prasetyantoko, A. 2010. Ponzi Ekonomi Prospek Indonesia di Tengah Instabilitas Global. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara.
http://aprasetyantoko.blogspot.com/2007_02_04_archive.html diakses tanggal tanggal 7 november 2014


Tidak ada komentar:

Posting Komentar