Jumat, 12 September 2014

asset keuangan part 2

Eka Wahyu Apriliani                                                                                       Universitas Negeri Malang
120413423916


ASSET KEUANGAN


Asset keuangan merupakan asset yang tidak berwujud dan merupakan asset yang nilainya tidak sebanding dengan wujud aslinya.

Berikut ini contoh dari aset keuangan:

-          Saham
saham merupakan surat tanda penyertaan modal para investor kepada suatu badan usaha atau perseroan terbatas. Kepemilikan saham atas suatu perusahaan, pihak investor dapat memiliki hak atas suatu perusahaan tersebut. Hak-hak tersebut antara lain hak atas pendapatan perusahaan dalam hal ini hak yang dimaksudkan pendapatan perusahaan yang dibagikan dalam bentuk deviden, hak atas kepemilikan asset perusahaan dan hak atas kehadiran dalam rapat umum pemegang saham. Keuntungan dalam kepemilikan saham tersebut tidak sekedar dalam perolehan klaim atau hak yang akan didapatkan melainkan ada keuntungan lain  yakni:
·         Deviden yang merupakan pembagian keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan dan dibagikan kepada seluruh pemegang saham sesuai dengan kepemilikan saham dalam suatu perseroan atau perusahaan.
·         Capital gain yang merupakan keuntungan yang didapatkan jika pemegang saham menjual sahamnya dipasar sekunder yakni selisih yang memberi keuntungan dari harga beli dengan harga jual.
 Namun dalam kepemilikan saham juga terdapat resiko yang dihadapi oleh investor yakni
·         Capital loss yang merupakan kerugian yang didapatkan oleh investor karena selisih harga jual dengan harga beli.
·         Resiko liquidasi yang merupakan resiko kerugian yang terjadi apabila perusahan dibubarkan. Karena perusahaan yang telah diliquidasi harus melunasi kewajibannya terlebih dahulu setelah itu jika terdapat sisa maka sisa tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham.

-          Obligasi
Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan suatu badan usaha yang dapat diperjualbelikan dan obligasi ini memberi imbalan bunga pada suatu periode tersebut serta badan usaha tersebut akan melunasi hutang yang tertera pada obligasi tersebut.
Karakteristik Obligasi:
·         Nilai Nominal (Face Value) adalah nilai yang tertera pada surat obligasi dan pada saat jatuh tempo uang tertera dalam surat itulah yang akan dibayar pada saat tanggal jatuh tempo.
·         Kupon (the Interest Rate) adalah presentase bunga atau imbalan yang diterima oleh pemegang obligasi dan biasanya kupon dibayarkan pada periode 3 atau 6 bulan.
·         Jatuh Tempo (Maturity) adalah tanggal dimana obligasi akan dilunasi oleh perusahaan atau badan usaha.
·         Penerbit / Emiten (Issuer) merupakan perusahaan atau badan usaha yang mencetak atau menerbitkan surat utang obligasi.
Obligasi memiliki harga pasar yang dinyatakan dalam persentase dari nilai nominal. Harga pasar tersebut memiliki tiga sebutan yakni:
·         Pari yaitu harga obligasi yang sama dengan harga atau nilai nominal yang tertera pada surat obligasi.
·         At premi yaitu harga obligasi yang lebih besar dari nilai nominal yang tertera dalam obligasi.
·         At diskon yaitu harga obligasi yang lebih kecil dari nilai nominal yang tertera dalam obligasi.
                Kelebihan berinvestasi dalam obligasi yang didapatkan investor:
·         Tingkat bunga obligasi yang bersifat tetap dalam hal ini tidak dapat di pengaruhi oleh naik turunnya harga pasar dari obligasi.
·         Investor obligasi dapat memperkirakan bunga yang akan diterimanya karena terdapat kontrak yang disepakati dan tertera dalam surat obligasi tersebut.
·         Investasi obligasi juga dapat melindungi resiko dari kemngkinan terjadinya inflasi.

Idx. Tanpa tahun. Obligasi. (online) http://www.idx.co.id/id-id/beranda/informasi/bagiinvestor/obligasi.aspx diakses tangal 9 september 2014.
Idx. Tanpa tahun. Saham. (Online)http://www.idx.co.id/id-id/beranda/produkdanlayanan/saham.aspx diakses tanggal 9 september 2014.
Nelvy. 2013. Asset keuangan. (online) http://nelvypardede9.blogspot.com/2013/11/asset-keuangan.html diakses tanggal 29 agustus 2014.

2012. pengertian obligasi. (online) http://doweanali.blogspot.com/2012/12/pengertian-obligasi.html diakses tanggal 9 september 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar