Sabtu, 20 September 2014

asset keuangan Part 3 (Saham)

 Eka Wahyu Apriliani                                                                                                       Universitas Negeri Malang
120413423916

ASSET KEUANGAN

Asset keuangan merupakan asset yang tidak berwujud dan merupakan asset yang nilainya tidak sebanding dengan wujud aslinya.
Berikut ini contoh dari aset keuangan:
-          Saham
saham merupakan surat tanda penyertaan modal para investor kepada suatu badan usaha atau perseroan terbatas. Kepemilikan saham atas suatu perusahaan, pihak investor dapat memiliki hak atas suatu perusahaan tersebut. Hak-hak tersebut antara lain hak atas pendapatan perusahaan dalam hal ini hak yang dimaksudkan pendapatan perusahaan yang dibagikan dalam bentuk deviden, hak atas kepemilikan asset perusahaan dan hak atas kehadiran dalam rapat umum pemegang saham. Keuntungan dalam kepemilikan saham tersebut tidak sekedar dalam perolehan klaim atau hak yang akan didapatkan melainkan ada keuntungan lain  yakni:
·         Deviden yang merupakan pembagian keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan dan dibagikan kepada seluruh pemegang saham sesuai dengan kepemilikan saham dalam suatu perseroan atau perusahaan.
·         Capital gain yang merupakan keuntungan yang didapatkan jika pemegang saham menjual sahamnya dipasar sekunder yakni selisih yang memberi keuntungan dari harga beli dengan harga jual.
 Namun dalam kepemilikan saham juga terdapat resiko yang dihadapi oleh investor yakni
·         Capital loss yang merupakan kerugian yang didapatkan oleh investor karena selisih harga jual dengan harga beli.
·         Resiko liquidasi yang merupakan resiko kerugian yang terjadi apabila perusahan dibubarkan. Karena perusahaan yang telah diliquidasi harus melunasi kewajibannya terlebih dahulu setelah itu jika terdapat sisa maka sisa tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham.
Jenis- jenis saham
·         Saham biasa yakni saham yang banyak beredar di pasaran dan menempatkan pemiliknya di akhir terhadap embagian deviden dan hak atas kekayaan perusahaan jika perusahaan tersebut dilikuidasi.
·         Saham preferen yakni saham yang kepemilikiannya istimewa dan hanya sedikit peredarannya dipasaran. Dikatakan istimewa karena pendapatan deviden tidak berfluktuasi seperti saham biasa namun tetap dan kepemilikan atas saham ini lebih aman.
Saham preferen terdapat prioritas, yakni:
§  prioritas pembayaran yang kepemilikan haknya didahulukan dalam hal pebayaran deviden
§  (deviden tetap) kepemilikan memiliki hak untuk menerima pembayaran deviden dengan jumlah tetap.
§  (cummlative dividen) Kebiasaan dalam akumulasi deviden kepemilikan saham preferen ini dapat meenerima pembayaran semua deviden yang terutang perusahaan dalam tahun sebelumnya.
§  (convertible preferred stock) Kepemilikan saham preferen juga dapat hak untuk menukarkan sahamnya dengan saham biasa atas kepemilikan atau penyertaan modalnya.
§  (adjustable dividend) kepemilikan saham preferen juga bisa mendapatkan prioritas pembayaran devidennya dengan menyesuaikan dengan saham biasa.
·         Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)
Pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya, agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya. Secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS.
·         Saham Atas Nama (Registered Stocks)
Merupakan saham yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, di mana cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu.
·         Blue – Chip Stocks
Saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.
·         Income Stocks
Saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata – rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Emiten seperti ini biasanya mampu menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai.Emiten ini tidak suka menekan laba dan tidak mementingkan potensi.
·         Growth Stocks
o   (Well – Known)
Saham – saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi.
o   (Lesser – Known)
Saham dari emiten yang tidak sebagai leader dalam industri, namun memiliki ciri growth stock. Umumnya saham ini berasal dari daerah dan kurang populer di kalangan emiten.
o   Speculative Stock
Saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meskipun belum pasti.
o   Counter Cyclical Stocks
Saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Pada saat resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.
Faktor yang memengaruhi harga saham:
û  Tingkat bunga
û  Tingkat kurs
û  Tingkat pengangguran

Idx. Tanpa tahun. Saham. (Online)http://www.idx.co.id/id-id/beranda/produkdanlayanan/saham.aspx diakses tanggal 9 september 2014.
Nelvy. 2013. Asset keuangan. (online) http://nelvypardede9.blogspot.com/2013/11/asset-keuangan.html diakses tanggal 29 agustus 2014.
Belajar Investasi. Dasar saham, jenis-jenis saham, (Online)  http://belajarinvestasi.com/dasar-saham/jenis-jenis-saham.html . diakses tanggal 16 september 2014
Coki. Pengertian saham dan jenis-jenis saham. (online) http://coki002.wordpress.com/pengertian-saham-dan-jenis-jenis-saham/ , di akses tanggal 17 september 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar